KONSEP PEMBAGIAN KEKUASAAN DI INDONESIA
By : Unknown
Negara
tentu saja mempunyai kekuasaan, karena pada dasarnya negara merupakan
organisasi kekuasaan. Dengan kata lain, bahwa negara memiliki amat banyak
kekuasaan. Kekuasaan negara merupakan kewenangan negara untuk mengatur seluruh
rakyatnya untuk mencapai keadilan dan kemakmuran, serta keteraturan.
Dalam
sebuah praktik ketatanegaraan tidak jarang terjadi pemusatan kekuasaan di satu
orang saja, sehingga terjadi pengelolaan sistem pemerintahan yang dilakukan
secara absolut atau otoriter.
Maka
untuk menghindari hal tersebut perlu adanya pemisahan ataupun pembagian
kekuasaan,perlu adanya pemisahan ataupun pembagian mkekuasaan, sehingga terjadi
kontrol dan keseimbangan diantara lembaga pemegang kekuasaan. Dengan kata lain,
kekuasaan legislatif, eksekutif ataupun yudikatif tidak dipegang oleh
satu orang saja.
Apa
sebenernya konsep pemisahan dan pembagian kekuasaan itu? Mohammad Kusnardi dan
Hermaily Ibrahim didalam bukunya yang berjudul Pengantar Hukum Tata
Negara (1983:140) menyatakan bahwa istilah pemisahan kekuasaan (separation
of powers) dan pembagian kekuasaan (divisions of power) ialah dua
istilah yang memiliki pengertian berbeda satu sama lainnya.
Pemisahan
kekuasaan berarti kekuasaan negara itu terpisah-pisah dalam beberapa bagian,
baik mengenai organnya ataupun fungsinya. Dengan kata lain, lembaga pemegang
kekuasaan negara yang termasuk lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif
merupakan lembaga yang terpisah satu sama lainnya, berdiri sendiri tanpa
memerlukan koordinasi serta kerja sama.
Setiap
lembaga menjalan fungsinya masing-masing. Contoh negara yang menganut mekanisme
pemisahan kekuasaan ialah Amerika Serikat.
Berbeda
dengan mekanisme pemisahan kekuasaan, pada dalam mekanisme pembagian kekuasaan,
kekuasaan negara memang dibagi-bagi dalam beberapa bagian (legislatif,
eksekutif dan yudikatif), namun tidak dipisahkan. Hal ini membawa konsekuensi
tentang diantara bagian-bagian itu dimungkinkan ada koordinasi atau kerjasama.
Mekanisme pembagian ini banyak sekali dilakukan oleh banyak negara seluruh
dunia, termasuk Indonesia.
Bagaimana
konsep pembagian kekuasaan yang diterapkan Indonesia? Mekanisme pembagian
kekuasaan di Indonesia diatur sepenuhnya di dalam UUD 1945. Penerapan pembagian
kekuasaan di Indonesia terdiri dari dua bagian, yakni pembagian kekuasaan
secara horizontal dan pembagian kekuasaan secara vertikal.
a) Pembagian kekuasaan secara
horizontal
Pembagian
kekuasaan secara horizontal yakni pembagian kekuasaan menurut fungsi
lembaga-lembaga tertentu (legislatif, eksekutif dan yudikatif). Berdasarkan UUD
1945, secara horizontal pembagian kekuasaan negara di laksanakan pada tingkatan
pemerintahan pusat serta pemerintahan daerah.
Pembagian
kekuasaan pada tingkatan pemerintahan pusat mengalami pergeseran setelah
terjadinya perubahan UUD 1945. Pergeseran yang dimaksud ialah pergeseran
klasifikasi kekuasaan negara yang umumnya terdiri atas tiga jenis kekuasaan
(legislatif, eksekutif dan yudikatif) menjadi enam kekuasaan negara, yakni:
1) Kekuasaan
konstitutif, ialah kekuasaan untuk mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.
Kekuasaan ini dijalankan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagaimana
ditegaskan dalam Pasal 3 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang
menyatakan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan
menetapkan Undang-Undang Dasar.
2) Kekuasaan
eksekutif, ialah kekuasaan berfungsi menjalankan undang-undang dan
penyelenggaraan pemerintahan Negara. Kekuasaan ini dipegang oleh Presiden sebagaimana
ditegaskan dalam Pasal 4 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang
menyatakan tentang Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan
pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.
3) Kekuasaan
legislatif, yaitu kekuasaan untuk membentuk undang-undang. Kekuasaan tersebut
dipegang oleh Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 20
ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa Dewan
Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang.
4) Kekuasaan
yudikatif, atau yang sering disebut kekuasaan kehakiman ialah kekuasaan untuk
menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Kekuasaan ini
dipegang oleh Mahkamah Konstitusi sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 24 ayat
(2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang meyatakan bahwa Kekuasaan
kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada
di bawahnya dalam lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer,
lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi.
5) Kekuasaan
eksaminatif atau inspektif, yaitu kekuasaan yang berhubungan dengan
penyelenggaraan pemeriksaan atas pengelolaan serta tanggung jawab tentang
keuangan negara. Kekuasaan ini dijalankan dengan Badan Pemeriksa Keuangan
sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 23 E ayat (1) UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa untuk memeriksa pengelolaan
dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksa
Keuangan yang bebas dan mandiri.
6) Kekuasaan
moneter, ialah kekuasaan untuk menetapkan serta melaksanakan kebijakan moneter,
mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta memelihara kestabilan
nilai rupiah. Kekuasaan ini dijalankan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral
di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pasal 23 D UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa negara memiliki suatu bank
sentral yang susunan, kedudukan, kewenangan, tanggung jawab, dan
independensinya diatur dalam undang-undang.
Pembagian
kekuasaan secara horizontal pada tingkatan pemerintahan daerah berlangsung
antara lembaga-lembaga daerah yang sederajat, yakni antara pemerintahan daerah
(Kepala daerah atau Wakil kepala daerah) serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD). Pada tingkat provinsi, pembagian kekuasaan berlangsung antara
Pemerintah Provinsi (Gubernur atau Wakil Gubernur) dan DPRD provinsi.
Sedangkan
pada tingkat kabupaten atau kota, pembagian kekuasaan berlangsung antara
Pemerintah Kabupaten atau Kota (Bupati atau Wakil Bupati atau Walikota atau
Wakil Walikota) dan DPRD kabupaten ataupun kota.
b) Pembagian kekuasaan secara
vertikal
Pembagian
kekuasaan secara vertikal merupakan pembagian kekuasaan menurut
tingkatnya, ialah pembagian kekuasaan antara beberapa tingkatan
pemerintahan. Pasal 18 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas
daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupateen dan kota,
yang tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang
di atur dengan undang-undang. Berdasrkan ketentuan tersebut, pembagian
kekuasaan secara vertikal di negara Indonesia berlangsung antara pemerintah
pusat dan pemerintah daerah (pemerintah provinsi dan pemerintah
kabupaten/kota).
Pada
pemerintah daerah berlangsung pula pembagian kekuasaan secara vertikal yang di
tentukan oleh pemerintah pusat. Hubungan antara pemerintah provinsi dan
pemerintah kabupaten atau kota terjalin dengan koordinasi, pembinaan dan
pengawasan oleh pemerintah pusat dalam bidang administrasi dan kewilayahan.
Pembagian
kekuasaan secara vertikal muncul selaku konsekuensi dari diterapkannya asas
desentralisasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan asas tersebut,
pemerintah pusat menyerahkan wewenang pemerintah kepada pemerintah daerah
otonom (Provinsi dan kabupaten atau kota) untuk mengurus dan mengatur sendiri
urusan pemerintahan di daerahnya, kecuali urusan pemerintah yang menjadi
wewenang pemerintah pusat, yaitu kewenangan yang berkaitan dengan politik luar
negeri, petahanan, dan keamanan, yustisi, agama, moneter dan fiskal.
Hal
itu ditegaskan dalam pasar 18 ayat (5) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945
yang menyatakan pemerintah daerah menjalankakn otonomi seluas-luasnya,
kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan
pemerintah pusat.
Cara Lulus Uji Kebohongan dalam Tes Poligraf (lie Detector)
By : UnknownTes poligraf (disebut juga sebagai “tes uji kebohongan) yang terkenal menyeramkan seringkali dianggap sebagai penyebab rasa gugup dan takut, bahkan bagi orang-orang yang sebenarnya sungguh-sungguh tidak bersalah dan semestinya dapat lulus tanpa bertindak curang atau memanipulasi hasilnya. Jika Anda membutuhkan saran tentang cara lulus uji kebohongan dalam tes poligraf, Anda sedang berada di tempat yang tepat.
Bagian 1 dari 4: Sebelum Tes Poligraf
-
1Pahamilah cara kerja tes poligraf. Tes poligraf sebenarnya tidak dapat mendeteksi sebuah kebohongan, tetapi mampu mengenali perubahan fisiologis yang terjadi di tubuh Anda, seperti tekanan darah, denyut nadi, pola napas dan keluarnya keringat. Itu sebabnya, tes ini dapat mendeteksi kondisi-kondisi fisiologis yang terjadi saat Anda berbohong.
- Saat Anda tiba di tempat tes setelah membuat perjanjian, semua peralatan dan proses akan diperiksa. Anda boleh saja mempelajari hal-hal yang mendasar sendiri sebelumnya, tetapi hindari membaca cerita-cerita seram tentang tes poligraf yang beredar di Internet, karena cerita-cerita semacam ini akan membuat Anda menjadi terlalu gugup.
- 2Usahakan jangan terlalu banyak berpikir sebelum menjalani tes. Jika Anda terlalu banyak mengkhawatirkan tes poligraf sebelum menjalaninya, Anda justru menjadi berisiko mengacaukan hasil tes dan membuat diri Anda dapat dipersalahkan secara tidak perlu.[1]
- Untuk menghindari rasa khawatir yang tidak perlu, jangan bertanya kepada siapapun yang pernah menjalani tes poligraf tentang pengalaman mereka, jangan merenung terlalu dalam sebelum tes, dan jangan mencoba-coba mereka-reka pertanyaan yang akan diajukan.
- Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mempelajari situs-situs web yang menentang tes poligraf, karena situs-situs web semacam ini seringkali mencampur-adukkan fakta dengan teori-teori konspirasi yang berlebihan dan dapat menyebabkan rasa panik yang tidak diperlukan.
-
3Perlakukan tubuh Anda dengan tepat di malam dan di hari sebelum tes. Anda haruslah merasa nyaman selama tes poligraf, agar dapat memberikan respon fisiologis yang akurat. Agar merasa nyaman, Anda perlu memastikan bahwa Anda beristirahat cukup dan tubuh Anda benar-benar terasa enak.
- Lakukan rutinitas Anda yang biasa setepat mungkin. Bahkan jika hal ini termasuk aktivitas-aktivitas yang dapat mempengaruhi denyut jantung Anda, seperti minum kopi berkafein atau lari pagi, Anda tetap harus melakukannya, karena tubuh Anda telah melatih dirinya untuk berfungsi dengan baik dengan kondisi-kondisi fisiologis yang demikian.
- Usahakan untuk tidur selama tujuh atau delapan jam di malam sebelum tes.
- Pastikan bahwa Anda tidak sedang merasa lapar serta bahwa Anda mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman.
-
4Lengkapi formulir apapun yang diberikan kepada Anda. Tergantung pada alasan Anda perlu menjalani tes poligraf, mungkin Anda perlu melengkapi formulir keterangan keamanan atau formulir otorisasi. Isilah formulir-formulir ini tanpa terburu-buru. Bacalah dengan teliti dan bubuhkan tanda tangan Anda hanya jika Anda telah siap untuk itu.
-
5Beritahukan kondisi apapun atau pengobatan apapun yang sedang Anda alami/jalani. Jika Anda sedang sakit, penguji mungkin perlu menjadwalkan ulang tesnya. Beberapa jenis obat, misalnya obat tekanan darah, juga dapat mempengaruhi hasil tes. Itu sebabnya, Anda harus memberitahukan kondisi-kondisi ini kepada penguji.
- Penyakit dapat membuat Anda merasa tidak nyaman, sehingga mengacaukan hasil tes.
- Jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan resep, sebelum tes Anda harus tetap melakukannya sesuai resep dokter.
- Berbeda dengan apa yang banyak diyakini, kebanyakan obat anti-depresi tidak dapat mempengaruhi hasil tes poligraf dan membuat Anda lulus. Anda tetap harus memberitahukan pengobatan ini kepada penguji, jika Anda memang sedang menjalaninya, karena obat-obatan ini justru dapat menimbulkan hasil yang abnormal.
-
6Pelajari pertanyaan-pertanyaan yang ada tanpa terburu-buru. Penguji dalam tes poligraf wajib memberitahukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada Anda sebelum tes. Ambil waktu selama yang Anda butuhkan, dan jangan enggan untuk bertanya kepada penguji, untuk mengklarifikasi maksud pertanyaan-pertanyaan yang tidak jelas atau membingungakan.
- Anda harus mengajukan pertanyaan klarifikasi sebelum tes dimulai. Pada kebanyakan kasus, Anda tidak akan diizinkan untuk bertanya selama tes berlangsung. Bahkan sebenarnya, jawaban Anda akan dibatasi pada hanya “ya” dan “tidak” selama tes poligraf, sehingga diskusi apapun yang perlu Anda lakukan tentang pertanyaan tes haruslah dilakukan sebelum tes dimulai.
-
7Ketahui bentuk tes yang akan digunakan. Tes poligraf standar adalah berbentuk CQT ("Control Question Test"). Walau demikian, kadang-kadang Anda akan diminta menjalani tes berbentuk DLT ("Directed Lie Test") atau GKT ("Guilty Knowledge Test").[2]
- Dalam tes poligraf CQT, pertanyaan kendali (control question) akan dimasukkan dalam pertanyaan-pertanyaan yang relevan. Pertanyaan kendali adalah pertanyaan yang akan dijawab dengan “ya” oleh hampir semua orang, walaupun banyak orang akan tergoda untuk menjawab “tidak”. Pertanyaan ini misalnya, “Apakah Anda pernah berbohong kepada orangtua Anda?” atau “Apakah Anda pernah meminjam atau mengambil suatu benda tanpa izin?”
- Dalam tes poligraf DLT, Anda akan menerima beberapa pertanyaan dari penguji dan secara langsung diminta untuk berbohong saat menjawabnya. Dengan cara ini, penguji dapat mengenali respon-respon fisiologis Anda saat berbohong dengan mempelajari pertanyaan-pertanyaan yang ia ketahui Anda jawab dengan kebohongan.
- Dalam tes poligraf GKT, Anda akan diberi pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda tentang berbagai fakta yang hanya diketahui oleh Anda dan penguji. Kebanyakan dari pertanyaan ini adalah tentang kasus yang sedang diselidiki. Respon-respon verbal Anda kemudian akan dibandingkan dengan respon-respon fisiologis Anda.
Bagian 2 dari 4: Menjalani dan Lulus dalam Tes Poligraf secara Normal -
1Izinkan diri Anda merasa gugup. Di masa sekarang, tidak mungkin ada orang yang diharapkan dapat tetap memiliki ketenangan yang sempurna selama menjalani tes poligraf, bahkan jika ia sama sekali tidak bersalah dan tidak memiliki rahasia apapun. Dengan mengizinkan diri Anda merasa gugup, Anda dapat memberikan gambaran yang akurat kepada penguji mengenai data statistik kondisi fisiologis Anda baik saat Anda jujur maupun saat Anda berbohong.
- Garis-garis pada layar poligraf tidak akan mungkin rata dan mulus, bahkan saat Anda berkata jujur.
- Anehnya, hanya orang-orang yang gugup setiap jawabanlah yang akan terlihat paling jujur di dalam tes poligraf.[3]
-
2Berkatalah jujur. Jika Anda tidak memiliki rahasia apapun atau hal apapun yang membuat Anda malu, berikan jawaban jujur untuk setiap pertanyaan yang diajukan kepada Anda. Ini termasuk pada pertanyaan kendali, di mana banyak orang diperkirakan akan berbohong. Semakin sering Anda berkata jujur, semakin akuratlah hasil tes Anda. Ini tentulah merupakan hal yang baik, jika Anda memang tidak bersalah.
- Walaupun orang-orang seringkali yakin bahwa ada pertanyaan-pertanyaan jebakan yang dirancang untuk menjebak mereka agar memberikan jawaban yang tampak bersalah, etika administratif tes poligraf saat ini sebenarnya mewajibkan agar setiap pertanyaan tetap jujur dan tidak menjebak. Demikian pula, tidak akan ada pertanyaan kejutan sama sekali.
- Dengarkan setiap pertanyaan secara lengkap dan menyeluruh, lalu jawablah dengan tepat. Jangan hanya mendengarkan sebagian dari pertanyaan itu atau menjawab pertanyaan itu berdasarkan asumsi Anda tentang maksud sebenarnya. Anda harus menjawab setiap pertanyaan berdasarkan maksud sebenarnya.
-
3Jangan terburu-buru. Anda dapat meminta penguji untuk mengulangi pertanyaan yang diajukannya sebanyak dua hingga enam kali, tergantung pada siapakah penguji itu. Pastikan bahwa Anda mengetahui seberapa sering Anda dapat meminta sebuah pertanyaan diulang, sebelum tes dimulai. Jangan terburu-buru menjawab saat pertanyaan diajukan, karena gejala terburu-buru semacam ini dapat mengacaukan hasil tes sehingga Anda tampak bersalah.
- Sesi pertanyaan biasanya berlangsung selama lima hingga sepuluh menit, tetapi dapat juga lebih lama, tergantung pada berapa sering Anda meminta pertanyaan diulang, berapa lama Anda berpikir sebelum memberikan jawaban, dan sifat atau dasar dari tes itu sendiri.
- Bagian 3 dari 4: Memanipulasi Tes Poligraf
-
-
1Berikan tekanan kepada diri Anda sendiri saat menjawab pertanyaan kendali.Jika Anda perlu bertindak curang atau memanipulasi tes poligraf, salah satu hal yang disarankan oleh kebanyakan orang adalah menjadikan diri Anda sendiri tertekan secara mental maupun fisik di saat Anda diminta menjawab pertanyaan kendali. Ini akan memberikan batas respon tekanan yang lebih tinggi, sehingga saat Anda memang benar-benar berbohong mengenai kasus atau situasi yang ada, gejolak respon tubuh Anda akan terlihat lebih sepele daripada respon sebelumnya yang Anda sengaja saat menjawab pertanyaan kendali itu.
- Pikirkan sesuatu yang menakutkan atau membuat Anda bersemangat saat Anda yakin sedang berhadapan dengan pertanyaan kendali.
- Anda dapat juga meningkatkan denyut jantung dan memperbanyak keringat yang keluar, dengan cara berusaha menjawab soal matematika yang sulit di luar kepala. Misalnya, 563 dibagi 42, atau soal-soal yang serupa.[4]
-
2Tetaplah tenang saat menjawab pertanyaan yang relevan. Ketika menerima pertanyaan yang relevan dengan kasus atau situasi yang ada, posisikan diri Anda dalam kondisi yang tenang saat menjawabnya. Dengan menjaga diri tetap setenang mungkin, Anda dapat mencegah timbulnya lonjakan apapun dalam respon-respon fisiologis Anda.
- Pada sadarnya, sebuah kebohongan hanya diperhitungkan jika ia menimbulkan respon fisiologis yang lebih kuat daripada saat Anda mengucapkan “bohong putih” dalam pertanyaan-pertanyaan kendali. Selama respon fisiologis Anda pada pertanyaan lain hanya menghasilkan reaksi yang lebih samar daripada reaksi Anda saat menjawab pertanyaan kendali, respon itu tidak akan diperhitungkan sebagai kebohongan.
- Pertahankan pola napas yang stabil dan ingatlah bahwa tes poligraf bisa saja salah, serta bahwa Anda dapat mengandalikan respon fisiologis Anda sendiri.
- Lamunkanlah sesuatu yang menimbulkan rasa tenang,[5] seperti berpelukan di bawah selimut yang hangat sambil minum cokelat panas di malam yang dingin, atau mandi dengan pancuran atau mandi berendam dengan santai.
-
3Hindarilah trik-trik yang mudah diketahui. Jika penguji menemukan bahwa Anda berupaya untuk bertindak curang, Anda mungkin akan diminta menjalani tes ulang pada jadwal yang berbeda, atau si penguji mungkin akan bersikap terlalu waspada terhadap kemungkinan tindakan-tindakan manipulasi berikutnya. Lebih jauh lagi, upaya-upaya untuk memanipulasi tes poligraf dapat menyebabkan penguji atau pemeriksa hasilnya memberikan penilaian yang lebih keras saat Anda selesai menjalani tes.
- Misalnya, jangan menaruh benda tertentu di dalam sepatu Anda dan berusaha menginjaknya setiap kali Anda berusaha memanipulasi respon tanda-tanda vital Anda saat menjawab pertanyaan kendali. Seringkali, penguji akan meminta Anda melepas sepatu selama tes berlangsung, untuk menghindari trik-trik semacam ini.
- Sebenarnya, walau rasa sakit secara fisik dapat menyebabkan timbulnya lonjakan pada tanda-tanda vital, biasanya hal ini lebih mudah diketahui daripada tekanan psikologis. Mengigit lidah, menegangkan otot, atau taktik-taktik lain yang serupa dapat dengan mudah ditangkap jika Anda berhadapan dengan penguji poligraf yang profesional.
Bagian 4 dari 4: Setelah Tes Poligraf -
1Berbicaralah dengan penguji setelah selesai tes. Setelah Anda selesai menjalani tes poligraf, seorang pemeriksa akan mempelajari jawaban-jawaban Anda dan menentukan apakah Anda perlu menjalani sesi pertanyaan lebih lanjut atau apakah ada hal-hal yang perlu diklarifikasi.
- Penguji sangat mungkin akan bertanya tentang jawaban-jawaban Anda jika hasilnya tidak dapat disimpulkan atau jika ia curiga bahwa Anda berbohong.
- Saat mempelajari hasil tes Anda, pemeriksa dan penguji juga akan mempertimbangkan kondisi emosional, medis dan fisik Anda, serta detail-detail faktual dari kasus atau situasi yang mendasari pelaksanaan tes Anda.
-
2Tunggulah hingga Anda menerima hasil tes yang resmi dan instruksi selanjutnya. Hasil tes Anda perlu dianalisa secara resmi dan profesional sebelum disimpulkan. Jika Anda dicurigai berbohong atau jika hasil tes Anda tidak dapat disimpulkan, Anda akan dipanggil dan diminta untuk menjalani tes poligraf ulang.
- Komite Etika dan Standar Asosiasi Poligraf Amerika Serikat (The American Polygraph Association Standards and Ethics Committee) mewajibkan penguji untuk memberitahukan hasil tes kepada peserta tes jika diminta, maka jika hasil tes ini tidak diberikan kepada Anda setelah satu atau dua minggu, Anda dapat menghubungi penguji untuk memintanya.
Peringatan
- Hindari menggunakan cara manipulasi. Jika Anda memang tidak bersalah dan tidak memiliki rahasia apapun, pilihan terbaik adalah selalu berkata jujur dan benar selama menjalani tes.
- Kenali kondisi-kondisi di mana Anda sebaiknya tidak menjalani tes. Jangan jalani tes ini jika Anda:
- Dipaksa untuk melakukannya
- Memiliki kondisi medis yang serius pada jantung
- Pernah secara resmi dinyatakan cacat mental
- Sedang mengandung
- Menderita penyakit pernapasan
- Menderita kerusakan syaraf, kelumpuhan, atau stroke.
- Sedang merasa sakit secara fisik
- Mengidap penyakit epilepsi.
BAHASA TUBUH
By : UnknownMembaca Bahasa Tubuh
Tips : Membaca Isi Hati Orang dengan Memahami Bahasa Tubuhnya
Bahasa tubuh (body language)
Bahasa tubuh (body language) merupakan alat komunikasi primitif yang sudah lama dipergunakan oleh manusia. Bahasa tubuh merupakan

gerakan tubuh dan bagian-bagiannya yang terjadi secara spontan dan merupakan hasil olah alam bawah sadar dalam upayanya mengekspresikan perasaan dan keinginan tersembunyi di dalam hati.
Setelah manusia menjadi lebih dewasa dan mampu berkomunikasi dengan bahasa lisan secara fasih, bahasa tubuh masih merupakan alat komunikasi penting yang harus diperhatikan di dalam menjalin hubungan di antara sesama manusia. Ekspresi perasaaan dan keinginan yang muncul dari alam bawah sadar ini bisa menjadi tanda bagi kita dalam membaca isi hati lawan bicara kita. Bahkan seringkali ucapan kata-kata yang keluar dari mulut seseorang ternyata tidak bersesuaian dengan bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh gerak tubuh dan mimik wajahnya, atau dengan kata lain ada upaya menutup-nutupi perasaan yang sesungguhnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memahami bahasa tubuh :
1. Bagian-bagian tubuh yang harus diperhatikan seperti kepala dan wajah serta bagian-bagiannya, dan tubuh bagian bawah dan anggotanya seperti tangan dan kaki.
2. Perubahan mimik atau ekspresi wajah.
3. Gerakan tangan dan kaki.
4. Arah dan posisi tubuh.
5. Areal atau wilayah di dalam dan di luar tubuh.
Bahasa tubuh dalam pergaulan sehari-hari
1. Apabila Anda sedang berbicara dengan seseorang dan lawan bicara kita tampak melakukan hal-hal seperti berikut ini :
– Berbicara dan tidak berani bertatapan mata, biasanya setelah terjadi kontak mata sebentar langsung mengalihkan pandangan ke arah lain : Pada dasarnya dia tidak mau diketahui maksud hatinya yang sesungguhnya, kemungkinan juga ada rahasia yang disembunyikan.
– Berbicara sambil memegang-megang ujung hidung atau daun telinga dan biasanya tidak berani menatap mata kita : Kemungkinan besar dia sedang berbohong
– Apabila berbicara pada posisi berdiri dan dia tidak menghadapkan tubuhnya persis kearah Anda : Dia tidak begitu berminat berbicara dengan Anda, bahkan meremehkan Anda.
– Berbicara sambil melihat ke sekeliling : Dia sedang mencari seseorang atau sedang mencari perhatian orang-orang di sekitar.
– Berbicara sambil mengangkat salah satu kakinya dan diletakkan di atas kaki yang lain : Dia berusaha menunjukkan statusnya.
– Berbicara sambil kedua tangan saling meremas atau salah satu tangan mengelus-elus tangan yang lain dan badan agak membungkuk : Dia sedang berusaha memperoleh rasa belas kasihan Anda.
– Mendengarkan Anda sambil memegang dagu dan mengelus-elusnya : Dia sedang berusaha menilai Anda dan apa yang Anda bicarakan.
– Mendengarkan Anda sambil menopang dagu dengan tangannya : Dia sedang memperhatikan Anda dan apa yang Anda bicarakan. Apabila dia bersikap seperti itu sambil mencibir dan sedikit mendongakkan kepala serta alis mengernyit : Dia sedang berpikir keras memahami pembicaraan Anda atau ada isi pembicaraan yang tidak sesuai dengan pemikirannya.
– Mendengarkan dengan salah satu tangan menopang kepala dengan jari telunjuk menyentuh pelipis : Dia sedang berpikir atau berusaha menunjukkan bahwa sedang menyimak pembicaraan Anda.
– Mendengarkan Anda sambil mengelus-elus lehernya, terkadang memandang ke arah lain : Dia sudah bosan berbicara dengan Anda atau dengan topik pembicaraannya.
– Mendengarkan Anda sambil garuk-garuk kepala : Dia terpaksa mendengarkan pembicaraan Anda atau terpaksa bertemu dengan Anda.
– Mendengarkan Anda tapi kedua telapak tangan ditekankan di atas paha atau lutut : Dia sudah ingin mengakhiri pembicaraan dan ingin meninggalkan tempat itu.
– Mendengarkan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri : Dia sedang tidak fokus dengan pembicaraan dan suka minta perhatian orang atau sedang mencari seseorang.
– Mendengarkan Anda dengan kedua mata terbuka lebar menatap Anda : Dia berminat dengan Anda atau pembicaraannya.
– Mendengarkan sambil kedua tangan bersedekap di dada dan/atau kedua kaki disilangkan : Apabila tatapannya tajam, maka hati-hati ada pembicaraan Anda yang agak bertentangan dengannya atau cara Anda berbicara yang tidak disukainya. Apabila dia sering menoleh ke arah lain tampaknya dia kurang berminat untuk berbicara (sedang ingin diam atau sendiri).
– Apabila dia adalah tamu Anda dan dia sering berdehem-dehem sambil menelan air liur atau membasahi bibir dengan lidah : Kemungkinan besar dia sedang haus dan Anda harus segera menawarkan minuman kepadanya.
– Apabila dia sering menatap ke cangkir atau gelas di depannya : Dia menunggu dipersilakan minum oleh Anda atau meminta tambahan air.
2. Apabila Anda sedang berkumpul dan mengobrol dengan beberapa orang, maka perhatikanlah hal-hal seperti berikut ini :
– Apabila selama pembicaraan Anda jarang ditoleh dan disapa : Anda tidak diharapkan ikut di dalam pembicaraan itu atau pendapat Anda tidak dibutuhkan oleh mereka.
– Perhatikan dada teman-teman bicara Anda di sebelah kanan maupun kiri, apabila cenderung mengarah kepada Anda : Anda tetap diharapkan ikut di dalam pembicaraan tersebut.
– Pembicaraan Anda disela dan dipotong, lalu teman-teman Anda berbicara sesama mereka : Anda sudah seharusnya pergi karena kehadiran Anda benar-benar tidak diharapkan.
– Apabila dalam posisi berdiri, arah salah satu telapak kaki teman-teman Anda menuju ke arah Anda : Mereka berminat berbicara dengan Anda.
3. Apabila Anda seorang pria dan di depan Anda ada seorang wanita yang belum dikenal.
– Dia sering melihat ke arah Anda : Dia berminat terhadap Anda
– Dia menghadapkan duduknya ke arah Anda : Dia benar-benar menunjukkan minatnya kepada Anda
– Dia tersenyum terlebih dulu kepada Anda : Dia mengharap disapa oleh Anda
– Dia memain-mainkan rambutnya sambil sesekali melirik ke arah Anda : Dia mencoba menarik perhatian Anda.
– Dia mengelus-elus bagian tubuhnya seperti tangan, leher atau dada : Dia mencoba menarik perhatian Anda secara seksual dengan menunjukkan kecantikannya.
– Dia duduk dengan mengangkat salah satu kakinya dan diletakkan di atas kaki yang lain : Dia sedang menunjukkan status sosialnya. Apabila dia memperlihatkan betisnya berarti dia juga berusaha menunjukkan kecantikannya.
– Dia menatap ke arah lantai sambil memainkan bagian pakaiannya atau menggoyang-goyangkan kakinya dengan sudut matanya mencuri-curi pandang ke arah Anda : Dia benar-benar mengharapkan Anda segera mendekatinya, menyapanya dan memulai perkenalan.
– Dia menggeser duduknya atau mencari tempat duduk baru yang ada ruang kosong di sampingnya : Dia mempersilakan Anda untuk pindah duduk di sampingnya.
– Dia mengedipkan sebelah matanya kepada Anda : Dia membuka peluang untuk suatu hubungan intim.
4. Saat Anda seorang pria sedang berbicara dengan seorang wanita.
– Dia berbicara sambil kedua tangan bersedekap di dada : Dia mempertegas bahwa dia hanya seorang teman bicara atau diskusi.
– Dia tidak menarik tangannya ketika disentuh jarinya : Dia membuka kesempatan untuk membina hubungan lebih dekat.
– Dia tidak menarik tangannya ketika disentuh bagian siku : Dia tidak akan menolak apabila diajak kencan.
– Apabila didekati oleh Anda, dia mengambil sedikit langkah mundur : Dia menunjukkan sikap defensif, jadi Anda harus berhati-hati dan jangan keliru bersikap.
– Apabila dia secara atraktif mencubit atau menepuk tangan Anda atau membersihkan debu atau kotoran di baju Anda, dan biasanya diikuti lirikan ke sekeliling : Dia berusaha menunjukkan kepada orang lain di sekitar bahwa dia akrab atau intim dengan Anda.
5. Apabila Anda seorang wanita dan di depan Anda ada seorang pria yang belum dikenal.
– Dia tersenyum kepada Anda : Anda sesuai dengan seleranya.
– Dia menggaruk-garuk lehernya dan menatap ke atas maupun ke kanan-kiri : Dia gugup dan salah tingkah.
– Dia memalingkan wajah ke arah lain tapi sering melirik ke arah Anda : Dia tidak berani mendekati Anda atau karena ada pria lain di samping Anda yang diduganya adalah pasangan Anda.
6. Saat Anda seorang wanita sedang berbicara dengan seorang pria.
Sambil berdiri :
– Salah satu tangannya memegang tangan yang lain di depan pinggangnya : Dia adalah pria yang sangat sopan.
– Salah satu atau kedua tangannya ada di saku celananya : Dia merasa lebih berkuasa dari Anda.
– Dia meletakkan salah satu tangannya ke dinding tempat Anda bersandar : Dia merasa bisa menguasai Anda.
– Dia berbicara dengan terus-menerus menatap mata Anda : Dia sedang menunjukkan perasaannya kepada Anda.
– Dia sering melihat ke dada Anda atau bagian tubuh lainnya : Dia menyukai bagian-bagian yang dilihatnya tersebut.
Sambil duduk :
– Jari jemari kedua tangannya disilangkan seperti orang berdoa dan diletakkan di depan mulutnya : Dia sedang bingung untuk mengambil keputusan.
– Dia mendengarkan Anda berbicara dengan salah satu atau kedua telapak tangannya menopang pipinya : Dia bosan dengan pembicaraan atau bosan dengan duduk-duduk saja atau sedang mengantuk.
– Dia melingkarkan tangannya ke bahu Anda atau sandaran kursi di belakang Anda : Dia ingin memeluk Anda dan memberi kesan melindungi Anda. Apabila dilakukan di hadapan orang lain : Dia ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dialah pemilik diri Anda.
7. Apabila Anda sedang berada dalam situasi jual beli
– Penjual yang akan mengambil untung sangat besar dari Anda biasanya tidak berani menatap mata Anda saat tawar-menawar, saling mencuri-curi pandang dengan temannya sesama pedagang dan ketika Anda sedang mempertimbangkan harga yang ditawarkannya, dia kemudian pergi menjauh dan pura-pura sibuk, lalu melirik Anda sambil berharap Anda menerima tawaran tersebut.
– Penjual yang berbohong tentang keaslian suatu barang, biasanya tidak berani menatap mata Anda saat tawar-menawar dan berkesan tidak mau banyak bicara untuk menjelaskan spesifikasi barang tersebut dan tidak mau berlama-lama dalam tawar-menawar.
– Pembeli yang memegang-megang banyak barang : Dia tidak benar-benar berniat membelinya satu pun.
– Pembeli yang memegang satu macam barang dan dengan serius menanyakannya kepada Anda (Penjual) : Dia benar-benar berniat membelinya.
– Pembeli yang kehilangan senyumannya setelah Anda memberitahukan harganya : Dia sedang mempertimbangkan untuk menawar harganya atau tidak jadi membelinya.
– Pembeli yang pergi menjauh namun matanya masih melirik barang yang tidak jadi dibelinya : Dia benar-benar berminat terhadap barang itu.
Sekian dari RAP.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memahami bahasa tubuh :
1. Bagian-bagian tubuh yang harus diperhatikan seperti kepala dan wajah serta bagian-bagiannya, dan tubuh bagian bawah dan anggotanya seperti tangan dan kaki.
2. Perubahan mimik atau ekspresi wajah.
3. Gerakan tangan dan kaki.
4. Arah dan posisi tubuh.
5. Areal atau wilayah di dalam dan di luar tubuh.
Bahasa tubuh dalam pergaulan sehari-hari
1. Apabila Anda sedang berbicara dengan seseorang dan lawan bicara kita tampak melakukan hal-hal seperti berikut ini :
– Berbicara dan tidak berani bertatapan mata, biasanya setelah terjadi kontak mata sebentar langsung mengalihkan pandangan ke arah lain : Pada dasarnya dia tidak mau diketahui maksud hatinya yang sesungguhnya, kemungkinan juga ada rahasia yang disembunyikan.
– Berbicara sambil memegang-megang ujung hidung atau daun telinga dan biasanya tidak berani menatap mata kita : Kemungkinan besar dia sedang berbohong
– Apabila berbicara pada posisi berdiri dan dia tidak menghadapkan tubuhnya persis kearah Anda : Dia tidak begitu berminat berbicara dengan Anda, bahkan meremehkan Anda.
– Berbicara sambil melihat ke sekeliling : Dia sedang mencari seseorang atau sedang mencari perhatian orang-orang di sekitar.
– Berbicara sambil mengangkat salah satu kakinya dan diletakkan di atas kaki yang lain : Dia berusaha menunjukkan statusnya.
– Berbicara sambil kedua tangan saling meremas atau salah satu tangan mengelus-elus tangan yang lain dan badan agak membungkuk : Dia sedang berusaha memperoleh rasa belas kasihan Anda.
– Mendengarkan Anda sambil memegang dagu dan mengelus-elusnya : Dia sedang berusaha menilai Anda dan apa yang Anda bicarakan.
– Mendengarkan Anda sambil menopang dagu dengan tangannya : Dia sedang memperhatikan Anda dan apa yang Anda bicarakan. Apabila dia bersikap seperti itu sambil mencibir dan sedikit mendongakkan kepala serta alis mengernyit : Dia sedang berpikir keras memahami pembicaraan Anda atau ada isi pembicaraan yang tidak sesuai dengan pemikirannya.
– Mendengarkan dengan salah satu tangan menopang kepala dengan jari telunjuk menyentuh pelipis : Dia sedang berpikir atau berusaha menunjukkan bahwa sedang menyimak pembicaraan Anda.
– Mendengarkan Anda sambil mengelus-elus lehernya, terkadang memandang ke arah lain : Dia sudah bosan berbicara dengan Anda atau dengan topik pembicaraannya.
– Mendengarkan Anda sambil garuk-garuk kepala : Dia terpaksa mendengarkan pembicaraan Anda atau terpaksa bertemu dengan Anda.
– Mendengarkan Anda tapi kedua telapak tangan ditekankan di atas paha atau lutut : Dia sudah ingin mengakhiri pembicaraan dan ingin meninggalkan tempat itu.
– Mendengarkan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri : Dia sedang tidak fokus dengan pembicaraan dan suka minta perhatian orang atau sedang mencari seseorang.
– Mendengarkan Anda dengan kedua mata terbuka lebar menatap Anda : Dia berminat dengan Anda atau pembicaraannya.
– Mendengarkan sambil kedua tangan bersedekap di dada dan/atau kedua kaki disilangkan : Apabila tatapannya tajam, maka hati-hati ada pembicaraan Anda yang agak bertentangan dengannya atau cara Anda berbicara yang tidak disukainya. Apabila dia sering menoleh ke arah lain tampaknya dia kurang berminat untuk berbicara (sedang ingin diam atau sendiri).
– Apabila dia adalah tamu Anda dan dia sering berdehem-dehem sambil menelan air liur atau membasahi bibir dengan lidah : Kemungkinan besar dia sedang haus dan Anda harus segera menawarkan minuman kepadanya.
– Apabila dia sering menatap ke cangkir atau gelas di depannya : Dia menunggu dipersilakan minum oleh Anda atau meminta tambahan air.
2. Apabila Anda sedang berkumpul dan mengobrol dengan beberapa orang, maka perhatikanlah hal-hal seperti berikut ini :
– Apabila selama pembicaraan Anda jarang ditoleh dan disapa : Anda tidak diharapkan ikut di dalam pembicaraan itu atau pendapat Anda tidak dibutuhkan oleh mereka.
– Perhatikan dada teman-teman bicara Anda di sebelah kanan maupun kiri, apabila cenderung mengarah kepada Anda : Anda tetap diharapkan ikut di dalam pembicaraan tersebut.
– Pembicaraan Anda disela dan dipotong, lalu teman-teman Anda berbicara sesama mereka : Anda sudah seharusnya pergi karena kehadiran Anda benar-benar tidak diharapkan.
– Apabila dalam posisi berdiri, arah salah satu telapak kaki teman-teman Anda menuju ke arah Anda : Mereka berminat berbicara dengan Anda.
3. Apabila Anda seorang pria dan di depan Anda ada seorang wanita yang belum dikenal.
– Dia sering melihat ke arah Anda : Dia berminat terhadap Anda
– Dia menghadapkan duduknya ke arah Anda : Dia benar-benar menunjukkan minatnya kepada Anda
– Dia tersenyum terlebih dulu kepada Anda : Dia mengharap disapa oleh Anda
– Dia memain-mainkan rambutnya sambil sesekali melirik ke arah Anda : Dia mencoba menarik perhatian Anda.
– Dia mengelus-elus bagian tubuhnya seperti tangan, leher atau dada : Dia mencoba menarik perhatian Anda secara seksual dengan menunjukkan kecantikannya.
– Dia duduk dengan mengangkat salah satu kakinya dan diletakkan di atas kaki yang lain : Dia sedang menunjukkan status sosialnya. Apabila dia memperlihatkan betisnya berarti dia juga berusaha menunjukkan kecantikannya.
– Dia menatap ke arah lantai sambil memainkan bagian pakaiannya atau menggoyang-goyangkan kakinya dengan sudut matanya mencuri-curi pandang ke arah Anda : Dia benar-benar mengharapkan Anda segera mendekatinya, menyapanya dan memulai perkenalan.
– Dia menggeser duduknya atau mencari tempat duduk baru yang ada ruang kosong di sampingnya : Dia mempersilakan Anda untuk pindah duduk di sampingnya.
– Dia mengedipkan sebelah matanya kepada Anda : Dia membuka peluang untuk suatu hubungan intim.
4. Saat Anda seorang pria sedang berbicara dengan seorang wanita.
– Dia berbicara sambil kedua tangan bersedekap di dada : Dia mempertegas bahwa dia hanya seorang teman bicara atau diskusi.
– Dia tidak menarik tangannya ketika disentuh jarinya : Dia membuka kesempatan untuk membina hubungan lebih dekat.
– Dia tidak menarik tangannya ketika disentuh bagian siku : Dia tidak akan menolak apabila diajak kencan.
– Apabila didekati oleh Anda, dia mengambil sedikit langkah mundur : Dia menunjukkan sikap defensif, jadi Anda harus berhati-hati dan jangan keliru bersikap.
– Apabila dia secara atraktif mencubit atau menepuk tangan Anda atau membersihkan debu atau kotoran di baju Anda, dan biasanya diikuti lirikan ke sekeliling : Dia berusaha menunjukkan kepada orang lain di sekitar bahwa dia akrab atau intim dengan Anda.
5. Apabila Anda seorang wanita dan di depan Anda ada seorang pria yang belum dikenal.
– Dia tersenyum kepada Anda : Anda sesuai dengan seleranya.
– Dia menggaruk-garuk lehernya dan menatap ke atas maupun ke kanan-kiri : Dia gugup dan salah tingkah.
– Dia memalingkan wajah ke arah lain tapi sering melirik ke arah Anda : Dia tidak berani mendekati Anda atau karena ada pria lain di samping Anda yang diduganya adalah pasangan Anda.
6. Saat Anda seorang wanita sedang berbicara dengan seorang pria.
Sambil berdiri :
– Salah satu tangannya memegang tangan yang lain di depan pinggangnya : Dia adalah pria yang sangat sopan.
– Salah satu atau kedua tangannya ada di saku celananya : Dia merasa lebih berkuasa dari Anda.
– Dia meletakkan salah satu tangannya ke dinding tempat Anda bersandar : Dia merasa bisa menguasai Anda.
– Dia berbicara dengan terus-menerus menatap mata Anda : Dia sedang menunjukkan perasaannya kepada Anda.
– Dia sering melihat ke dada Anda atau bagian tubuh lainnya : Dia menyukai bagian-bagian yang dilihatnya tersebut.
Sambil duduk :
– Jari jemari kedua tangannya disilangkan seperti orang berdoa dan diletakkan di depan mulutnya : Dia sedang bingung untuk mengambil keputusan.
– Dia mendengarkan Anda berbicara dengan salah satu atau kedua telapak tangannya menopang pipinya : Dia bosan dengan pembicaraan atau bosan dengan duduk-duduk saja atau sedang mengantuk.
– Dia melingkarkan tangannya ke bahu Anda atau sandaran kursi di belakang Anda : Dia ingin memeluk Anda dan memberi kesan melindungi Anda. Apabila dilakukan di hadapan orang lain : Dia ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dialah pemilik diri Anda.
7. Apabila Anda sedang berada dalam situasi jual beli
– Penjual yang akan mengambil untung sangat besar dari Anda biasanya tidak berani menatap mata Anda saat tawar-menawar, saling mencuri-curi pandang dengan temannya sesama pedagang dan ketika Anda sedang mempertimbangkan harga yang ditawarkannya, dia kemudian pergi menjauh dan pura-pura sibuk, lalu melirik Anda sambil berharap Anda menerima tawaran tersebut.
– Penjual yang berbohong tentang keaslian suatu barang, biasanya tidak berani menatap mata Anda saat tawar-menawar dan berkesan tidak mau banyak bicara untuk menjelaskan spesifikasi barang tersebut dan tidak mau berlama-lama dalam tawar-menawar.
– Pembeli yang memegang-megang banyak barang : Dia tidak benar-benar berniat membelinya satu pun.
– Pembeli yang memegang satu macam barang dan dengan serius menanyakannya kepada Anda (Penjual) : Dia benar-benar berniat membelinya.
– Pembeli yang kehilangan senyumannya setelah Anda memberitahukan harganya : Dia sedang mempertimbangkan untuk menawar harganya atau tidak jadi membelinya.
– Pembeli yang pergi menjauh namun matanya masih melirik barang yang tidak jadi dibelinya : Dia benar-benar berminat terhadap barang itu.
Sekian dari RAP.
